Kewirausahaan dan Kepemilikan Bisnis
Rizqy Mutawakkil
222010200221
Dosen pengampu:
Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.
Progam Studi Manajemen
Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial
Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo
A. Usaha Kecil
Usaha kecil tidak mudah untuk didefinisikan. Contohnya, restoran lokal, tempat cuci kering, atau salon rambut yang dimiliki secara individu jelas merupakan usaha kecil. Sebaliknya, perusahaan besar seperti Nike, Starbucks, Apple, Target, dan Netflix jelas merupakan usaha besar. Namun, di antara dua kategori ini, terdapat ribuan perusahaan yang sulit diklasifikasikan.
B. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian
- Penciptaan Kerja: Usaha kecil menyediakan banyak peluang kerja bagi masyarakat.
- Inovasi: Usaha kecil sering menjadi sumber ide-ide baru yang mendorong perkembangan ekonomi.
- Kontribusi bagi Bisnis Besar: Usaha kecil mendukung bisnis besar dengan menjadi pemasok, mitra, atau subkontraktor.
C. Bidang Usaha Kecil yang Populer
Usaha kecil berperan penting dalam berbagai bidang seperti layanan, ritel, konstruksi, grosir, keuangan dan asuransi, manufaktur, serta transportasi. Umumnya, semakin banyak sumber daya yang dibutuhkan untuk suatu bidang, semakin sulit bagi usaha kecil untuk masuk dan mendominasi industri tersebut.
D. Kewirausahaan
Dell Computer, misalnya, dimulai sebagai usaha satu orang dan berkembang menjadi perusahaan besar. Pertumbuhan Dell dipacu oleh kreativitas dan keahlian Michael Dell, pendirinya. Kewirausahaan adalah proses mencari peluang bisnis meskipun menghadapi risiko. Namun, setiap pengusaha memiliki tujuan yang berbeda.
E. Tujuan Kewirausahaan
Orang memilih menjadi pengusaha karena berbagai alasan. Beberapa melakukannya untuk mencapai kemandirian finansial dan keamanan ekonomi bagi diri sendiri dan keluarga. Tidak semua pengusaha bercita-cita mengembangkan bisnis menjadi besar; sebagian memilih menjalankannya dalam kapasitas yang nyaman untuk mereka.
F. Karakteristik Kewirausahaan
Pengusaha sukses umumnya memiliki beberapa karakteristik, seperti:
- Kreativitas dan fokus pada hubungan pelanggan yang sering bersifat personal.
- Keinginan kuat untuk mandiri, dengan kebutuhan untuk mengontrol hidup mereka.
- Kemampuan menghadapi ketidakpastian dan risiko, serta dedikasi untuk mencapai tujuan.
G. Memulai dan Menjalankan Bisnis Baru
Dengan peluang lebih banyak dari sebelumnya, calon pengusaha harus membuat keputusan bijak saat memulai bisnis. Beberapa langkah penting:
- Memahami Kompetensi Khas: Mengenali kemampuan unik yang menjadi keunggulan.
- Menyusun Rencana Bisnis: Menyiapkan peta jalan untuk keberhasilan bisnis.
- Memulai Usaha Kecil: Menyiapkan langkah operasional untuk peluncuran.
- Pembiayaan Usaha Kecil: Mengamankan dana yang diperlukan untuk operasional.
H. Tren, Keberhasilan, dan Kegagalan dalam Usaha Baru
Tren dalam Rintisan Usaha Kecil
Setiap tahun, ribuan usaha kecil didirikan. Faktor penyebab tren ini meliputi:
- Munculnya E-commerce: Teknologi mempermudah akses ke pasar global.
- Persilangan dari Bisnis Besar: Kolaborasi antara bisnis besar dan kecil menciptakan peluang baru.
- Tingkat Kelangsungan Hidup yang Lebih Baik: Dukungan teknologi dan informasi meningkatkan peluang sukses.
Alasan Kegagalan
Beberapa penyebab utama kegagalan usaha kecil:
- Ketidakmampuan atau kurangnya pengalaman manajerial.
- Sistem kontrol yang lemah.
- Kekurangan modal.
Alasan Keberhasilan
Faktor-faktor yang sering dikaitkan dengan keberhasilan usaha kecil:
- Kerja keras, dorongan, dan dedikasi.
- Permintaan pasar yang tinggi untuk produk atau layanan.
- Kompetensi manajerial.
- Keberuntungan.
I. Kepemilikan Bisnis
Kepemilikan Non-Korporasi
Jenis kepemilikan yang tidak berbentuk korporasi seperti usaha perorangan atau kemitraan.
Kepemilikan Korporasi
Korporasi adalah entitas bisnis yang menjual saham kepada investor, sehingga pemegang saham menjadi pemilik bersama.
J. Pengelola Perusahaan
- Kepemilikan Saham dan Hak Pemegang Saham: Saham dijual kepada investor yang menjadi pemegang saham.
- Dewan Direksi: Badan yang mengatur perusahaan dan membuat kebijakan strategis.
- Kepala Eksekutif: Tim manajemen puncak yang dipimpin oleh CEO, bertanggung jawab atas kinerja perusahaan secara keseluruhan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar