Rabu, 08 Januari 2025

Manajemen bisnis kelompok ke 9

                                       Manajemen Sumber Daya Manusia dan Hubungan Perburuhan


Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Dasar-Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Pentingnya Strategi Manajemen SDM

Strategi manajemen SDM yang efektif memiliki dampak signifikan pada kinerja perusahaan, termasuk laba bersih. Perencanaan SDM yang buruk dapat menyebabkan:

  • Perekrutan yang tidak efisien.
  • PHK yang mahal dengan konsekuensi seperti biaya kompensasi pengangguran, pelatihan ulang, kerugian reputasi, dan penurunan moral karyawan.

Mencocokkan Pasokan dan Permintaan SDM

Manajer perlu menyeimbangkan permintaan masa depan dengan pasokan internal. Jika terjadi kekurangan atau kelebihan tenaga kerja, langkah-langkah strategis perlu diterapkan untuk mengelola situasi tersebut.



Konteks Hukum Manajemen SDM

  1. Kesempatan Kerja yang Setara
    Menjamin tidak ada diskriminasi dalam perekrutan, promosi, atau kompensasi.
  2. Kompensasi dan Manfaat
    Memastikan karyawan menerima imbalan yang sesuai dengan hukum dan regulasi.
  3. Hubungan Perburuhan
    Mengelola hubungan antara karyawan, manajemen, dan serikat pekerja.
  4. Kesehatan dan Keselamatan
    Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
  5. Masalah Hukum Lainnya
    Termasuk kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan dan kontrak kerja.

B. Kompensasi dan Manfaat

Sistem kompensasi mencakup paket penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan atas kontribusi mereka. Komponen utama meliputi:

  1. Upah dan Gaji: Penghasilan dasar karyawan.
  2. Program Insentif: Termasuk bonus dan komisi.
  3. Bonus Penjualan: Hadiah tambahan berdasarkan penjualan.
  4. Insentif Saham: Penghargaan berupa kepemilikan saham di perusahaan.
  5. Insentif Perusahaan: Penghargaan kolektif untuk keberhasilan perusahaan.
  6. Program Manfaat: Asuransi kesehatan, kompensasi pekerjaan, dan lainnya.
  7. Rencana Pensiunan: Jaminan pendapatan setelah pensiun.

C. Mengembangkan Tenaga Kerja

Setelah merekrut karyawan baru, organisasi perlu mengenalkan mereka pada budaya perusahaan dan pekerjaan mereka melalui:

  1. Pelatihan dan Pengembangan: Membantu karyawan meningkatkan keterampilan dan kompetensi.
  2. Pelatihan Berkelanjutan: Mengembangkan keterampilan yang relevan seiring perubahan kebutuhan perusahaan.
  3. Penilaian Kinerja: Menilai sejauh mana karyawan memenuhi target kerja.
  4. Metode Penilaian Umum: Seperti wawancara kinerja, survei umpan balik, dan tinjauan rekan kerja.

D. Tantangan Baru dalam Perubahan Tempat Kerja

  1. Mengelola Keberagaman Tenaga Kerja
    Membuat lingkungan kerja yang inklusif bagi karyawan dari berbagai latar belakang.
  2. Mengelola Pekerja Pengetahuan
    Memastikan pekerja dengan keahlian khusus mendapatkan dukungan untuk berinovasi.
  3. Pekerja Kontingen dan Sementara
    • Tren: Peningkatan penggunaan pekerja sementara.
    • Manajemen: Menyediakan pelatihan dan memastikan keberlanjutan kerja yang efektif.

E. Berurusan dengan Tenaga Kerja Terorganisasi

Serikat pekerja adalah kelompok yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama terkait pekerjaan, seperti:

  • Gaji yang lebih tinggi.
  • Jam kerja yang lebih pendek.
  • Keamanan kerja yang lebih baik.
  • Tunjangan yang lebih baik.
  • Kondisi kerja yang lebih nyaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manajemen Bisnis Materi Ke 14

Informasi Teknologi Untuk Bisnis Rizqy Mutawakkil 222010200221 Dosen pengampu: Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M. Progam Studi Manajemen Fakultas B...