Rabu, 08 Januari 2025

Manajemen bisnis materi ke 7

                                                                  Perilaku Karyawan Dan Motivasi

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Bentuk-Bentuk Perilaku Karyawan

1. Perilaku Karyawan
Merupakan pola tindakan anggota organisasi yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi efektivitas organisasi. Beberapa bentuk perilaku karyawan adalah sebagai berikut:

2. Perilaku Kinerja
Perilaku terkait pekerjaan yang diharapkan oleh organisasi untuk ditampilkan oleh karyawan. Ini adalah perilaku yang secara langsung ditargetkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

3. Kewarganegaraan Organisasi
Karyawan dapat menunjukkan perilaku positif yang tidak langsung memberikan keuntungan organisasi. Kewarganegaraan organisasi adalah perilaku individu yang memberikan kontribusi positif secara keseluruhan kepada organisasi.

4. Perilaku Kontraproduktif
Perilaku yang justru mengurangi kinerja organisasi, bukan meningkatkan. Salah satu contohnya adalah ketidakhadiran, yang terjadi saat karyawan tidak hadir di tempat kerja. Ketidakhadiran bisa disebabkan oleh alasan yang sah, seperti sakit atau situasi keluarga, namun ada kalanya karyawan menggunakan alasan palsu untuk tidak bekerja. Ketidakhadiran, baik dengan alasan sah maupun tidak, mengakibatkan pekerjaan tidak selesai atau membutuhkan penggantian oleh orang lain.


B. Perbedaan Individu di Antara Karyawan

Ciri-Ciri Kepribadian Lima Besar:

  1. Kesesuaian
    Kemampuan seseorang untuk bergaul dengan orang lain. Individu yang mudah bergaul cenderung memiliki hubungan baik dengan rekan kerja, sedangkan yang kurang menyenangkan mungkin kesulitan menjalin hubungan kerja yang baik.

  2. Kesadaran
    Mengacu pada kegigihan, keteraturan, dan ketergantungan seseorang. Individu yang teliti cenderung terorganisir, sistematis, bertanggung jawab, dan disiplin.

  3. Emosionalitas
    Mengukur sejauh mana seseorang cenderung positif atau negatif terhadap orang lain. Individu dengan emosionalitas positif biasanya tenang, tangguh, dan aman, sedangkan yang negatif sering kali tidak aman, reaktif, dan mudah mengalami perubahan suasana hati.

  4. Ekstraversi
    Mengacu pada kenyamanan seseorang dalam membangun hubungan. Ekstrovert cenderung mudah bergaul, banyak bicara, dan tegas, sedangkan introvert lebih tertutup dan cenderung menghindari hubungan baru.

  5. Keterbukaan
    Mencerminkan sejauh mana seseorang terbuka terhadap ide baru dan mampu mengubah keyakinan berdasarkan informasi baru.


C. Kerangka Myers-Briggs



  1. Ekstraversi (E) vs. Introversi (I)
  2. Penginderaan (S) vs. Intuisi (N)
  3. Berpikir (T) vs. Perasaan (F)
  4. Menilai (J) vs. Persepsi (P)

D. Kecerdasan Emosional

  1. Kesadaran Diri
    Kemampuan mengenali perasaan diri sendiri untuk lebih efektif mengarahkan hidup dan perilaku.

  2. Mengelola Emosi
    Kemampuan menyeimbangkan emosi seperti kecemasan, ketakutan, dan kemarahan agar tidak mengganggu produktivitas.

  3. Memotivasi Diri Sendiri
    Kemampuan untuk tetap optimis dan bertahan dalam menghadapi rintangan atau kegagalan.

  4. Empati
    Kemampuan memahami perasaan orang lain tanpa perlu dijelaskan secara eksplisit.

  5. Keterampilan Sosial
    Kemampuan menjalin hubungan positif dan berkomunikasi dengan baik dengan orang lain.


E. Sifat Kepribadian di Tempat Kerja

  1. Lokus Kontrol
  2. Kemajuan Diri
  3. Otoritarianisme
  4. Machiavellianisme
  5. Harga Diri
  6. Kecenderungan Risiko

F. Mencocokkan Orang dan Pekerjaan

Kontrak Psikologis
Kontrak psikologis adalah kumpulan harapan yang dimiliki oleh karyawan dan organisasi terkait kontribusi karyawan kepada organisasi serta imbalan yang diberikan organisasi sebagai gantinya.

Contoh:
Jill Henderson, seorang manajer cabang di Charles Schwab and Co., memanfaatkan pengetahuan tentang pasar keuangan dan peluang investasi untuk membantu klien membuat keputusan yang menguntungkan. Latar belakang pendidikannya di bidang keuangan, kerja keras, dan motivasi membuatnya menjadi salah satu manajer muda yang paling menjanjikan di perusahaan.


Konsep Dasar dan Teori:

  1. Teori X
    Manajer yang menganut Teori X percaya bahwa orang pada dasarnya malas dan tidak kooperatif, sehingga harus diberi penghargaan atau hukuman untuk menjadi produktif.

  2. Teori Y
    Manajer yang menganut Teori Y percaya bahwa orang pada dasarnya energik, memiliki motivasi diri, dan berorientasi pada pertumbuhan, serta tertarik untuk produktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manajemen Bisnis Materi Ke 14

Informasi Teknologi Untuk Bisnis Rizqy Mutawakkil 222010200221 Dosen pengampu: Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M. Progam Studi Manajemen Fakultas B...