Jumat, 10 Januari 2025

Manajemen Bisnis Materi Ke 14


Informasi Teknologi Untuk Bisnis

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Teknologi Informasi (TI)

Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk. Pengaruh TI meluas ke berbagai bidang, termasuk perdagangan elektronik, yang memungkinkan hubungan pasar baru di seluruh dunia melalui jaringan daring dan sarana elektronik.

Fungsi Teknologi Informasi:

  1. Membuat kantor portabel:
    • Memberikan akses jarak jauh ke informasi secara instan.
  2. Menciptakan organisasi yang lebih ramping dan efisien:
    • Mengoptimalkan struktur dan proses kerja.
  3. Memungkinkan peningkatan kolaborasi:
    • Mendukung kerja tim lintas lokasi dengan lebih baik.
  4. Memungkinkan pertukaran global:
    • Memberikan jangkauan kolaborasi bisnis secara global.
  5. Meningkatkan proses manajemen:
    • Mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
  6. Memberikan fleksibilitas untuk manajemen:
    • Memungkinkan manajemen adaptif dan responsif.
  7. Memberikan peluang bisnis baru:
    • Membuka akses ke pasar dan model bisnis yang inovatif.

B. Jaringan Internet

  1. Internet:
    Jaringan global yang menghubungkan jutaan komputer untuk berbagi informasi.

  2. Ekstranet:
    Jaringan yang memberikan akses terbatas kepada mitra bisnis atau pelanggan ke bagian tertentu dari sistem internal organisasi.

  3. Konferensi Elektronik:
    Alat komunikasi yang memungkinkan pertemuan virtual melalui video, suara, dan teks.

  4. Komunikasi Satelit VSAT (Very Small Aperture Terminal):
    Teknologi komunikasi berbasis satelit untuk koneksi jarak jauh.


C. Arsitektur Sistem

Jaringan komputer adalah sistem yang menghubungkan dua atau lebih komputer, baik secara kabel maupun nirkabel, untuk berbagi data dan sumber daya.
Jenis jaringan utama:

  1. Wide Area Networks (WAN):
    • Jaringan yang mencakup wilayah geografis luas.
  2. Local Area Networks (LAN):
    • Jaringan yang mencakup area kecil, seperti kantor atau rumah.
  3. Wireless Networks:
    • Jaringan tanpa kabel untuk fleksibilitas tinggi.
  4. Wireless Local Area Network (WLAN):
    • Versi nirkabel dari LAN, sering digunakan di rumah dan kantor.

D. Perangkat Keras dan Lunak

  1. Perangkat Keras:
    • Komponen fisik yang membentuk jaringan komputer, seperti router, server, dan komputer.
  2. Perangkat Lunak:
    • Program yang menjalankan jaringan, mengelola sumber daya, dan mendukung aplikasi pengguna.

Memanfaatkan Sumber Informasi:

  1. Pergudangan Data:
    • Penyimpanan terpusat untuk data organisasi yang memungkinkan analisis lebih lanjut.
  2. Penambangan Data:
    • Proses menganalisis data untuk menemukan pola dan informasi yang berguna.

E. Jenis-Jenis Sistem Informasi

  1. Sistem Informasi untuk Pekerja Pengetahuan:
    • Mendukung profesional untuk mengelola informasi dan mengambil keputusan berbasis data.
  2. Sistem Informasi untuk Manajer:
    • Membantu manajer dalam perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan strategis.

F. Risiko dan Ancaman dalam Teknologi Informasi

  1. Pareto:
    • Gangguan yang dihasilkan oleh aturan 80/20, di mana sebagian kecil masalah dapat menyebabkan sebagian besar dampak.
  2. Pencurian Identitas:
    • Penyalahgunaan data pribadi untuk tujuan ilegal.
  3. Pencurian Kekayaan Intelektual:
    • Pelanggaran hak cipta, paten, atau merek dagang.
  4. Virus, Worm, dan Trojan Horse:
    • Perangkat lunak berbahaya yang merusak sistem komputer.
  5. Perangkat Lunak Mata-Mata:
    • Program yang mencuri data pengguna tanpa izin.
  6. Spam:
    • Pesan elektronik yang tidak diinginkan dan sering kali bersifat komersial.

G. Langkah-Langkah Perlindungan TI

  1. Mencegah Akses Tidak Sah:
    • Menggunakan kata sandi kuat dan sistem autentikasi.
  2. Mencegah Pencurian Identitas:
    • Melindungi data pribadi dengan enkripsi.
  3. Mencegah Intrusi Sistem:
    • Memasang firewall dan perangkat lunak antivirus.
  4. Melindungi Komunikasi Elektronik:
    • Menggunakan protokol komunikasi aman, seperti HTTPS dan VPN.
  5. Menghindari Spam:
    • Menggunakan filter spam dan kebijakan komunikasi.
  6. Mengatasi Kekhawatiran Etika:
    • Menegakkan kode etik dalam penggunaan TI.

Rabu, 08 Januari 2025

Manajemen Bisnis Materi Ke 13

 Informasi Teknologi Untuk Bisnis

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Teknologi Informasi (TI)

Teknologi informasi mencakup berbagai perangkat dan sistem untuk membuat, menyimpan, bertukar, serta memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. Contohnya adalah perdagangan elektronik yang menggunakan jaringan daring dan sarana elektronik untuk mendukung transaksi bisnis global.

Fungsi Teknologi Informasi:

  1. Membuat Kantor Portabel: Memberikan akses instan ke informasi jarak jauh.
  2. Menciptakan Organisasi yang Lebih Efisien: Meminimalkan duplikasi proses kerja.
  3. Memungkinkan Kolaborasi: Mendukung kerja sama lintas wilayah dan lintas budaya.
  4. Meningkatkan Proses Manajemen: Menyediakan alat untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
  5. Peluang Bisnis Baru: Mengembangkan pasar baru melalui inovasi teknologi.

B. Jaringan Internet

  1. Internet: Jaringan global yang memungkinkan komunikasi dan pertukaran data.
  2. Ekstranet: Jaringan khusus yang memungkinkan akses terbatas bagi mitra bisnis.
  3. Konferensi Elektronik: Teknologi untuk kolaborasi langsung melalui audio, video, atau teks.
  4. Komunikasi Satelit VSAT: Sistem komunikasi berbasis satelit untuk area yang sulit dijangkau.

C. Arsitektur Sistem

Jaringan komputer adalah sekelompok perangkat yang terhubung untuk berbagi data dan sumber daya. Model yang paling umum adalah jaringan klien-server. Server menyediakan layanan yang dapat digunakan oleh banyak klien untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Jenis Jaringan Komputer:

  1. Wide Area Networks (WAN): Menghubungkan perangkat di lokasi geografis yang luas.
  2. Local Area Networks (LAN): Menghubungkan perangkat dalam area terbatas seperti kantor.
  3. Wireless Networks: Jaringan nirkabel yang fleksibel tanpa kabel fisik.
  4. Wireless Local Area Network (WLAN): LAN berbasis nirkabel untuk area lokal.

D. Perangkat Keras dan Lunak

  1. Perangkat Keras (Hardware): Komponen fisik seperti komputer, server, dan router.
  2. Perangkat Lunak (Software): Program yang mengontrol fungsi perangkat keras dan aplikasi.

Memanfaatkan Sumber Informasi:

  1. Pergudangan Data: Tempat penyimpanan data terpusat untuk pengambilan dan analisis data.
  2. Penambangan Data: Teknik analisis statistik dan algoritma untuk mengungkap pola dan informasi penting dari kumpulan data besar.

E. Jenis-Jenis Sistem Informasi

  1. Sistem Informasi untuk Pekerja Pengetahuan: Mendukung proses kreatif dan analitis.
  2. Sistem Informasi untuk Manajer: Membantu pengambilan keputusan strategis dan operasional.

F. Risiko dan Ancaman TI

  1. Peretas: Individu yang mencoba mengakses sistem tanpa izin.
  2. Pencurian Identitas: Penggunaan data pribadi tanpa izin untuk tujuan ilegal.
  3. Pencurian Kekayaan Intelektual: Pelanggaran hak cipta dan paten.
  4. Virus Komputer, Worm, dan Trojan Horse: Perangkat lunak berbahaya yang dapat merusak data atau sistem.
  5. Perangkat Lunak Mata-Mata: Program yang mengumpulkan informasi tanpa sepengetahuan pengguna.
  6. Spam: Pesan elektronik yang tidak diinginkan dan mengganggu.

G. Langkah-Langkah Perlindungan TI



  1. Mencegah Akses Tidak Sah: Menggunakan autentikasi dan enkripsi.
  2. Melindungi Identitas: Mengamankan data pribadi dan kredensial.
  3. Mencegah Intrusi Malware: Menggunakan perangkat lunak keamanan.
  4. Melindungi Komunikasi Elektronik: Mengamankan jaringan dan data yang dikirim.
  5. Menghindari Spam: Menggunakan filter email dan sistem anti-spam.
  6. Menangani Kekhawatiran Etika: Menetapkan kebijakan dan panduan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Manajemen Bisnis Materi Ke 12

                                                                Distribusi Dan Promosi Produk

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Campuran Distribusi

Selain produk yang baik dan harga yang kompetitif, keberhasilan produk juga bergantung pada bauran distribusinya. Campuran distribusi mencakup saluran yang digunakan perusahaan untuk mengirimkan produk kepada konsumen akhir.

Perantara dan Saluran Distribusi

Saluran distribusi melibatkan berbagai metode untuk mengantarkan barang dan jasa:

  1. Distribusi Langsung: Produsen langsung menjual kepada konsumen tanpa perantara.
  2. Distribusi Ritel: Produk dijual melalui pengecer yang langsung melayani konsumen akhir.
  3. Distribusi Grosir: Produsen menjual dalam jumlah besar kepada grosir yang mendistribusikan ke pengecer.
  4. Distribusi oleh Agen/Broker: Agen bertindak sebagai perantara antara produsen dan pembeli tanpa memiliki produk secara langsung.


Kelebihan dan Kekurangan Distribusi Tidak Langsung

Kelemahan utama distribusi tidak langsung adalah harga yang lebih tinggi akibat markup dari berbagai perantara. Namun, perantara memberikan nilai tambah melalui efisiensi distribusi, penghematan waktu, dan pengadaan produk dalam jumlah dan waktu yang tepat.


B. Strategi Distribusi

Memilih saluran distribusi yang tepat adalah keputusan strategis yang memengaruhi jangkauan pasar dan biaya operasional.

Konflik Saluran dan Kepemimpinan Saluran

  • Konflik Saluran: Terjadi ketika anggota saluran tidak sepakat mengenai peran atau pembagian penghargaan. Contohnya, dealer John Deere keberatan jika mereka menjual produk pesaing.
  • Kepemimpinan Saluran: Konflik muncul ketika satu anggota saluran memiliki kekuatan lebih besar atau mendapatkan perlakuan istimewa.

C. Penjualan Grosir

Pedagang grosir memainkan peran penting dengan menyediakan layanan seperti penyimpanan, pengiriman, dan kredit kepada pembeli untuk dijual kembali atau keperluan bisnis.

Jenis Penjualan Ritel

  1. Gerai Ritel Fisik: Toko-toko yang melayani pelanggan secara langsung.
  2. Ritel Non-Toko: Penjualan melalui metode alternatif seperti katalog atau pemasaran langsung.
  3. Penjualan Ritel Online: E-commerce yang memberikan kemudahan belanja daring.

D. Distribusi Fisik

Distribusi fisik mencakup operasi logistik seperti pergudangan dan transportasi. Tujuannya adalah memastikan produk tersedia kapan dan di mana pelanggan membutuhkannya dengan biaya rendah dan layanan maksimal.


E. Operasi Pergudangan



Penyimpanan adalah bagian utama dari manajemen distribusi.

  • Gudang Pribadi: Dimiliki oleh perusahaan besar yang mengelola persediaan secara rutin, seperti Walmart.
  • Operasi Transportasi: Memindahkan produk memerlukan biaya tinggi. Faktor seperti jenis produk, jarak, dan kecepatan pengiriman harus diperhitungkan.

F. Pentingnya Promosi

Promosi adalah elemen penting dalam bauran pemasaran untuk menciptakan kesadaran dan memengaruhi keputusan pembelian.

1. Tujuan Promosi

Meningkatkan kesadaran, menciptakan minat, dan mendorong pembelian.

2. Strategi Promosi

Strategi yang digunakan untuk menjangkau audiens target melalui berbagai saluran.

3. Campuran Promosi

Gabungan dari berbagai metode seperti periklanan, penjualan personal, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat.

4. Periklanan

Menggunakan media massa untuk menyampaikan pesan pemasaran, seperti TV, radio, atau media digital.


G. Penjualan Pribadi

Penjualan pribadi adalah bentuk penjualan tertua dan paling mahal. Seorang tenaga penjual berinteraksi langsung dengan calon pelanggan untuk memahami kebutuhan mereka dan mencocokkan dengan produk yang ditawarkan. Strategi ini sangat efektif dalam membangun hubungan jangka panjang dan memberikan nilai tambah.

Manajemen Bisnis Materi Ke 11

                                                                             Harga dan Produk

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Produk

Paket Nilai

Pemasar perlu mempertimbangkan apa yang benar-benar diinginkan konsumen saat membeli barang atau jasa. Produk dilihat sebagai kumpulan atribut, manfaat, dan fitur yang digabungkan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan.

Mengklasifikasikan Barang dan Jasa

  1. Produk Konsumen
    Barang atau jasa yang digunakan secara langsung dalam proses konversi atau konsumsi.
    Contoh: Minyak bumi diubah menjadi bensin, data permintaan diolah menjadi layanan transportasi.

  2. Produk Organisasi

    • Barang Produksi: Barang yang digunakan langsung dalam produksi.
    • Item Pengeluaran: Barang yang dikonsumsi dalam waktu kurang dari satu tahun.
    • Barang Modal: Barang tahan lama dengan masa guna lebih dari satu tahun, seperti bangunan, peralatan, atau sistem teknologi.

B. Campuran Produk

Definisi: Kelompok produk yang disediakan perusahaan untuk dijual kepada konsumen atau industri.
Untuk bertahan dalam persaingan dan perubahan preferensi konsumen, perusahaan harus terus memperbarui atau memperkenalkan produk baru.

Aspek Campuran Produk

  1. Pengembangan Produk Baru

    • Membutuhkan proses panjang dan mahal.
    • Melibatkan divisi R&D (Penelitian dan Pengembangan).
  2. Proses Pengembangan Produk

    • Proses eksplorasi ide dan pengujian hingga peluncuran produk.
  3. Tingkat Kematian Produk

    • Kegagalan produk sering disebabkan kurangnya perbedaan signifikan dibandingkan pesaing.
      Contoh: Mr. Pibb vs Dr. Pepper, Big King vs Big Mac.
  4. Proses Pengembangan Tujuh Langkah
    Proses sistematis yang meningkatkan peluang keberhasilan produk baru.


C. Menentukan Harga

Komponen Penetapan Harga

Harga mencerminkan nilai yang dibayar pelanggan dan pendapatan yang diterima penjual. Proses ini mencakup:

  1. Penetapan Harga Berorientasi Biaya
    • Berfokus pada laba dan kebutuhan untuk menutupi biaya operasional.
  2. Analisis Titik Impas
    • Mengukur volume penjualan minimum untuk menutupi biaya.

Strategi dan Taktik Penetapan Harga

  • Harga merupakan alat pemasaran yang fleksibel, lebih mudah diubah dibandingkan produk atau distribusi.
  • Strategi penetapan harga yang efektif menciptakan diferensiasi bahkan untuk produk serupa.

Harga Tetap vs. Harga Dinamis untuk Bisnis Online

  • Harga Tetap: Pilihan umum untuk belanja daring.
  • Harga Dinamis: Termasuk lelang terbalik, memungkinkan harga berubah berdasarkan individu atau situasi.

Strategi Bundling (Penggabungan Produk)

Penggabungan beberapa produk menjadi satu paket untuk dijual.
Contoh: Gabungan polis asuransi jiwa dan mobil dari satu perusahaan menawarkan penghematan dibandingkan membeli secara terpisah.

Mengelola dalam Turbulensi

Contoh inovasi: Uber, yang lahir dari kebutuhan untuk solusi transportasi yang lebih fleksibel, memanfaatkan teknologi untuk mengubah pasar transportasi global.

Manajemen Bisnis Materi Ke 10

                                  Marketing Processes Dan Consumer Behavior 

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Pemasaran

American Marketing Association mendefinisikan pemasaran sebagai:

“Kegiatan, serangkaian lembaga, dan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat luas.”


B. Nilai

Nilai dan Manfaat

Nilai suatu produk dihitung dari manfaat yang diberikan dibandingkan dengan biayanya.

  • Manfaat: Meliputi fungsi produk dan kepuasan emosional dari penggunaannya.
  • Formula: Nilai=ManfaatBiaya\text{Nilai} = \frac{\text{Manfaat}}{\text{Biaya}}

Contoh: Pembeli kosmetik sering mengevaluasi nilai produk berdasarkan manfaat estetika atau kualitasnya.

Nilai dan Utilitas

Nilai suatu produk sering dikaitkan dengan utilitas yang diberikan:

  1. Formulir Utilitas: Nilai dari produk itu sendiri.
  2. Utilitas Waktu: Produk tersedia pada waktu yang tepat.
  3. Utilitas Tempat: Produk mudah diakses di lokasi yang sesuai.
  4. Utilitas Kepemilikan: Kemudahan dalam memiliki produk.

C. Hubungan Pemasaran dan Hubungan Pelanggan

1. Hubungan Pemasaran

Berfokus pada menciptakan loyalitas dan hubungan jangka panjang yang kuat dengan pelanggan.
Contoh:

  • Program loyalitas seperti Starbucks Rewards.
  • Restoran yang menyediakan minuman isi ulang gratis atau nasi sepuasnya.

2. Hubungan Pelanggan

Metode terorganisasi untuk membangun hubungan yang lebih baik dan terinformasi dengan pelanggan.
Contoh:

  • Email marketing.
  • CRM melalui media sosial.

D. Strategi Pemasaran: Merencanakan Bauran Pemasaran



Strategi pemasaran mencakup semua aktivitas untuk mencapai tujuan pemasaran. Beberapa elemen utamanya:

  1. Promosi: Meningkatkan kesadaran dan daya tarik produk.
  2. Segmentasi Pasar: Mengidentifikasi kelompok pelanggan berdasarkan kebutuhan dan preferensi.
  3. Riset Pemasaran: Mengumpulkan informasi untuk memahami pasar.
  4. Metode Riset Pemasaran: Perbandingan berbagai cara penelitian untuk memaksimalkan efisiensi strategi.

E. Pengaruh Perilaku Konsumen



Beberapa faktor memengaruhi perilaku konsumen:

  1. Psikologis: Motivasi, persepsi, sikap.
  2. Sosial: Pengaruh keluarga, teman, atau kelompok sosial.
  3. Pribadi: Gaya hidup, kepribadian, usia.
  4. Budaya: Tradisi, nilai, dan norma masyarakat.

Pasar Organisasi

  1. Pasar Jasa: Bisnis yang menawarkan layanan profesional.
  2. Pasar Industri: Melayani kebutuhan manufaktur dan produksi.
  3. Pasar Perantara: Distributor atau pengecer yang menjual kembali barang.
  4. Pasar Pemerintah: Organisasi pemerintah yang membeli barang atau jasa.

F. Perilaku B2B (Business-to-Business)

Perilaku B2B melibatkan pembeli yang sangat terinformasi dan menekankan profesionalisme dalam pembelian.

  • Hubungan B2B cenderung jangka panjang dengan interaksi berulang.
  • Berbeda dengan B2C (Business-to-Consumer), fokus B2B lebih kepada hubungan strategis dan nilai jangka panjang.

Manajemen bisnis kelompok ke 9

                                       Manajemen Sumber Daya Manusia dan Hubungan Perburuhan


Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Dasar-Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Pentingnya Strategi Manajemen SDM

Strategi manajemen SDM yang efektif memiliki dampak signifikan pada kinerja perusahaan, termasuk laba bersih. Perencanaan SDM yang buruk dapat menyebabkan:

  • Perekrutan yang tidak efisien.
  • PHK yang mahal dengan konsekuensi seperti biaya kompensasi pengangguran, pelatihan ulang, kerugian reputasi, dan penurunan moral karyawan.

Mencocokkan Pasokan dan Permintaan SDM

Manajer perlu menyeimbangkan permintaan masa depan dengan pasokan internal. Jika terjadi kekurangan atau kelebihan tenaga kerja, langkah-langkah strategis perlu diterapkan untuk mengelola situasi tersebut.



Konteks Hukum Manajemen SDM

  1. Kesempatan Kerja yang Setara
    Menjamin tidak ada diskriminasi dalam perekrutan, promosi, atau kompensasi.
  2. Kompensasi dan Manfaat
    Memastikan karyawan menerima imbalan yang sesuai dengan hukum dan regulasi.
  3. Hubungan Perburuhan
    Mengelola hubungan antara karyawan, manajemen, dan serikat pekerja.
  4. Kesehatan dan Keselamatan
    Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
  5. Masalah Hukum Lainnya
    Termasuk kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan dan kontrak kerja.

B. Kompensasi dan Manfaat

Sistem kompensasi mencakup paket penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan atas kontribusi mereka. Komponen utama meliputi:

  1. Upah dan Gaji: Penghasilan dasar karyawan.
  2. Program Insentif: Termasuk bonus dan komisi.
  3. Bonus Penjualan: Hadiah tambahan berdasarkan penjualan.
  4. Insentif Saham: Penghargaan berupa kepemilikan saham di perusahaan.
  5. Insentif Perusahaan: Penghargaan kolektif untuk keberhasilan perusahaan.
  6. Program Manfaat: Asuransi kesehatan, kompensasi pekerjaan, dan lainnya.
  7. Rencana Pensiunan: Jaminan pendapatan setelah pensiun.

C. Mengembangkan Tenaga Kerja

Setelah merekrut karyawan baru, organisasi perlu mengenalkan mereka pada budaya perusahaan dan pekerjaan mereka melalui:

  1. Pelatihan dan Pengembangan: Membantu karyawan meningkatkan keterampilan dan kompetensi.
  2. Pelatihan Berkelanjutan: Mengembangkan keterampilan yang relevan seiring perubahan kebutuhan perusahaan.
  3. Penilaian Kinerja: Menilai sejauh mana karyawan memenuhi target kerja.
  4. Metode Penilaian Umum: Seperti wawancara kinerja, survei umpan balik, dan tinjauan rekan kerja.

D. Tantangan Baru dalam Perubahan Tempat Kerja

  1. Mengelola Keberagaman Tenaga Kerja
    Membuat lingkungan kerja yang inklusif bagi karyawan dari berbagai latar belakang.
  2. Mengelola Pekerja Pengetahuan
    Memastikan pekerja dengan keahlian khusus mendapatkan dukungan untuk berinovasi.
  3. Pekerja Kontingen dan Sementara
    • Tren: Peningkatan penggunaan pekerja sementara.
    • Manajemen: Menyediakan pelatihan dan memastikan keberlanjutan kerja yang efektif.

E. Berurusan dengan Tenaga Kerja Terorganisasi

Serikat pekerja adalah kelompok yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama terkait pekerjaan, seperti:

  • Gaji yang lebih tinggi.
  • Jam kerja yang lebih pendek.
  • Keamanan kerja yang lebih baik.
  • Tunjangan yang lebih baik.
  • Kondisi kerja yang lebih nyaman.

Manajemen bisnis materi ke 8

                                                       Kepemimpinan Dan Pengambilan Keputusan


Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Kepemimpinan Autentik

Berdasarkan pengalaman, Smith mengidentifikasi lima fokus utama yang dimiliki oleh pemimpin hebat:

  1. Pemikiran Strategis
    Kemampuan untuk merancang visi dan rencana jangka panjang yang sejalan dengan tujuan organisasi.

  2. Tim yang Kuat
    Memastikan bahwa tim memiliki anggota yang kompeten, berkolaborasi dengan baik, dan memiliki semangat kerja yang tinggi.

  3. Orientasi Hasil
    Berfokus pada pencapaian tujuan dan hasil yang konkret, dengan memastikan keberhasilan dapat diukur secara objektif.

  4. Beradaptasi dan Berkembang
    Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan terus mengembangkan diri serta tim.

  5. Menginspirasi Hati dan Pemikiran
    Mendorong semangat dan kreativitas dengan memberikan motivasi dan inspirasi kepada tim.


B. Sifat Kepemimpinan



1. Kepemimpinan dan Manajemen
Manajemen berorientasi pada kegiatan seperti perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Sebaliknya, kepemimpinan lebih menekankan aktivitas seperti pengaturan agenda, penyelarasan, inspirasi, dan pemantauan.

2. Kepemimpinan dan Kekuasaan

  • Kekuasaan yang Sah: Berdasarkan posisi resmi dalam organisasi.
  • Kekuasaan Penghargaan: Kemampuan memberikan penghargaan.
  • Kekuasaan Koersif: Kemampuan memberikan hukuman.
  • Kekuasaan Referensi: Berdasarkan daya tarik atau karisma pribadi.
  • Kekuatan Ahli: Berdasarkan pengetahuan atau keahlian khusus.

Pendekatan Awal Kepemimpinan:

  1. Pendekatan Sifat Kepemimpinan
    Fokus pada identifikasi ciri-ciri pemimpin, seperti kecerdasan, dominasi, kepercayaan diri, energi, dan pengetahuan tentang pekerjaan.

  2. Pendekatan Perilaku Kepemimpinan
    Bertujuan untuk menentukan perilaku yang membedakan pemimpin efektif dari yang kurang efektif, dengan asumsi bahwa perilaku yang efektif konsisten di semua situasi.

Kepemimpinan Melalui Mata Pengikut:

  • Kepemimpinan Transformasional
    Memungkinkan pemimpin mengenali kebutuhan akan perubahan, menciptakan visi untuk memandu perubahan tersebut, dan mengimplementasikannya dengan efektif.

  • Kepemimpinan Karismatik
    Berdasarkan karisma dan daya tarik interpersonal pemimpin yang menginspirasi dukungan serta penerimaan dari pengikutnya.


C. Sifat Pengambilan Keputusan

Definisi Pengambilan Keputusan:
Proses memilih satu alternatif dari sekumpulan alternatif yang tersedia. Proses ini mencakup:

  1. Mengenali dan mendefinisikan situasi keputusan.
  2. Mengidentifikasi alternatif.
  3. Memilih alternatif terbaik.
  4. Mempraktikkan keputusan yang diambil.

Jenis Pengambilan Keputusan:

  1. Keputusan Terprogram
    Keputusan yang terstruktur dan sering berulang.

  2. Keputusan Tidak Terprogram
    Keputusan yang tidak terstruktur dan jarang terjadi.

Kondisi Pengambilan Keputusan:

  1. Kepastian
    Keadaan di mana pengambil keputusan mengetahui alternatif dan kondisi yang terkait.
  2. Risiko
    Keputusan dibuat dengan estimasi probabilitas atas alternatif dan hasil yang mungkin.
  3. Masalah Hukum
    Keputusan yang memperhitungkan aspek hukum sebagai pertimbangan utama.

Aspek Perilaku dalam Pengambilan Keputusan:

  1. Kekuatan Politik
    Koalisi atau aliansi informal dapat memengaruhi keputusan untuk mencapai tujuan bersama.
  2. Intuisi
    Keputusan berdasarkan keyakinan bawaan yang sering didasari oleh pengalaman dan praktik bertahun-tahun.
  3. Peningkatan Komitmen
    Pengambil keputusan terkadang tetap berkomitmen pada tindakan meskipun tampaknya salah.
  4. Kecenderungan Mengambil Risiko
    Berbeda antara individu yang konservatif dan yang bersedia mengambil risiko besar saat membuat keputusan.

Manajemen bisnis materi ke 7

                                                                  Perilaku Karyawan Dan Motivasi

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Bentuk-Bentuk Perilaku Karyawan

1. Perilaku Karyawan
Merupakan pola tindakan anggota organisasi yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi efektivitas organisasi. Beberapa bentuk perilaku karyawan adalah sebagai berikut:

2. Perilaku Kinerja
Perilaku terkait pekerjaan yang diharapkan oleh organisasi untuk ditampilkan oleh karyawan. Ini adalah perilaku yang secara langsung ditargetkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

3. Kewarganegaraan Organisasi
Karyawan dapat menunjukkan perilaku positif yang tidak langsung memberikan keuntungan organisasi. Kewarganegaraan organisasi adalah perilaku individu yang memberikan kontribusi positif secara keseluruhan kepada organisasi.

4. Perilaku Kontraproduktif
Perilaku yang justru mengurangi kinerja organisasi, bukan meningkatkan. Salah satu contohnya adalah ketidakhadiran, yang terjadi saat karyawan tidak hadir di tempat kerja. Ketidakhadiran bisa disebabkan oleh alasan yang sah, seperti sakit atau situasi keluarga, namun ada kalanya karyawan menggunakan alasan palsu untuk tidak bekerja. Ketidakhadiran, baik dengan alasan sah maupun tidak, mengakibatkan pekerjaan tidak selesai atau membutuhkan penggantian oleh orang lain.


B. Perbedaan Individu di Antara Karyawan

Ciri-Ciri Kepribadian Lima Besar:

  1. Kesesuaian
    Kemampuan seseorang untuk bergaul dengan orang lain. Individu yang mudah bergaul cenderung memiliki hubungan baik dengan rekan kerja, sedangkan yang kurang menyenangkan mungkin kesulitan menjalin hubungan kerja yang baik.

  2. Kesadaran
    Mengacu pada kegigihan, keteraturan, dan ketergantungan seseorang. Individu yang teliti cenderung terorganisir, sistematis, bertanggung jawab, dan disiplin.

  3. Emosionalitas
    Mengukur sejauh mana seseorang cenderung positif atau negatif terhadap orang lain. Individu dengan emosionalitas positif biasanya tenang, tangguh, dan aman, sedangkan yang negatif sering kali tidak aman, reaktif, dan mudah mengalami perubahan suasana hati.

  4. Ekstraversi
    Mengacu pada kenyamanan seseorang dalam membangun hubungan. Ekstrovert cenderung mudah bergaul, banyak bicara, dan tegas, sedangkan introvert lebih tertutup dan cenderung menghindari hubungan baru.

  5. Keterbukaan
    Mencerminkan sejauh mana seseorang terbuka terhadap ide baru dan mampu mengubah keyakinan berdasarkan informasi baru.


C. Kerangka Myers-Briggs



  1. Ekstraversi (E) vs. Introversi (I)
  2. Penginderaan (S) vs. Intuisi (N)
  3. Berpikir (T) vs. Perasaan (F)
  4. Menilai (J) vs. Persepsi (P)

D. Kecerdasan Emosional

  1. Kesadaran Diri
    Kemampuan mengenali perasaan diri sendiri untuk lebih efektif mengarahkan hidup dan perilaku.

  2. Mengelola Emosi
    Kemampuan menyeimbangkan emosi seperti kecemasan, ketakutan, dan kemarahan agar tidak mengganggu produktivitas.

  3. Memotivasi Diri Sendiri
    Kemampuan untuk tetap optimis dan bertahan dalam menghadapi rintangan atau kegagalan.

  4. Empati
    Kemampuan memahami perasaan orang lain tanpa perlu dijelaskan secara eksplisit.

  5. Keterampilan Sosial
    Kemampuan menjalin hubungan positif dan berkomunikasi dengan baik dengan orang lain.


E. Sifat Kepribadian di Tempat Kerja

  1. Lokus Kontrol
  2. Kemajuan Diri
  3. Otoritarianisme
  4. Machiavellianisme
  5. Harga Diri
  6. Kecenderungan Risiko

F. Mencocokkan Orang dan Pekerjaan

Kontrak Psikologis
Kontrak psikologis adalah kumpulan harapan yang dimiliki oleh karyawan dan organisasi terkait kontribusi karyawan kepada organisasi serta imbalan yang diberikan organisasi sebagai gantinya.

Contoh:
Jill Henderson, seorang manajer cabang di Charles Schwab and Co., memanfaatkan pengetahuan tentang pasar keuangan dan peluang investasi untuk membantu klien membuat keputusan yang menguntungkan. Latar belakang pendidikannya di bidang keuangan, kerja keras, dan motivasi membuatnya menjadi salah satu manajer muda yang paling menjanjikan di perusahaan.


Konsep Dasar dan Teori:

  1. Teori X
    Manajer yang menganut Teori X percaya bahwa orang pada dasarnya malas dan tidak kooperatif, sehingga harus diberi penghargaan atau hukuman untuk menjadi produktif.

  2. Teori Y
    Manajer yang menganut Teori Y percaya bahwa orang pada dasarnya energik, memiliki motivasi diri, dan berorientasi pada pertumbuhan, serta tertarik untuk produktif.

Manajemen bisnis materi ke 6


Operations Management and Quality


Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Operasi Produksi

Definisi:
Operasi produksi adalah serangkaian kegiatan yang mengubah input (bahan baku, tenaga kerja, mesin, dll.) menjadi output berupa produk jadi atau jasa. Proses ini mencakup semua aktivitas yang diperlukan untuk menghasilkan barang atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Fungsi Operasi Produksi:

  • Menyederhanakan tugas rutin.
  • Meningkatkan komunikasi antar tim.
  • Memastikan tanggung jawab terhadap hasil produksi.

B. Pertumbuhan Sektor Barang dan Jasa




Pertumbuhan sektor barang dan jasa didorong oleh inovasi teknologi, efisiensi operasional, dan perubahan kebutuhan pasar. Sektor ini menjadi pilar ekonomi dengan menyumbang nilai tambah signifikan melalui produk dan layanan yang dihasilkan.


C. Menciptakan Nilai Melalui Operasional



Manajemen Operasi:
Manajemen operasi adalah pengendalian sistematis atas aktivitas yang mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa, menciptakan nilai bagi pelanggan dengan:

  • Efisiensi proses.
  • Kualitas produk dan layanan.
  • Kepuasan pelanggan.

D. Perbedaan Antara Operasi Manufaktur dan Jasa

  1. Interaksi dengan Pelanggan:

    • Jasa: Pelanggan sering berinteraksi langsung dengan penyedia.
    • Barang: Pelanggan tidak selalu terlibat dalam proses produksi.
  2. Sifat Tidak Berwujud dan Tidak Dapat Disimpan:

    • Jasa tidak memiliki bentuk fisik dan tidak dapat disimpan untuk digunakan nanti.
  3. Kehadiran Pelanggan dalam Proses:

    • Jasa: Pelanggan sering hadir selama proses produksi.
    • Barang: Proses produksi biasanya terpisah dari pelanggan.
  4. Pertimbangan Kualitas Jasa:

    • Jasa sangat bergantung pada pengalaman pelanggan dan interaksi personal.

E. Proses Operasi

Proses operasi adalah kombinasi metode dan teknologi untuk menghasilkan barang atau jasa.

  1. Proses Produksi Barang:

    • Make-to-Order: Produksi dimulai setelah ada pesanan.
    • Make-to-Stock: Produksi dilakukan untuk menyimpan stok barang.
  2. Proses Produk Layanan:

    • Tingkat kontribusi pelanggan memengaruhi proses penyampaian layanan.
  3. Sistem Kontak Rendah (Low-Contact System):

    • Pelanggan tidak banyak terlibat dalam proses produksi.
  4. Sistem Kontak Tinggi (High-Contact System):

    • Pelanggan memiliki keterlibatan langsung dalam proses produksi.

F. Strategi Bisnis Sebagai Penggerak Operasional




Strategi operasional didasarkan pada tujuan bisnis, seperti:

  • Pengurangan biaya.
  • Peningkatan efisiensi.
  • Respons terhadap permintaan pelanggan.

G. Perencanaan Operasional



  1. Perencanaan Kapasitas:

    • Menentukan jumlah sumber daya yang diperlukan untuk memenuhi permintaan.
  2. Perencanaan Lokasi:

    • Memilih lokasi terbaik berdasarkan akses bahan baku, pasar, dan biaya operasional.
  3. Perencanaan Tata Letak:

    • Menentukan cara pengaturan fasilitas untuk efisiensi.
  4. Perencanaan Kualitas:

    • Menetapkan standar untuk memastikan produk atau jasa memenuhi kebutuhan pelanggan.

H. Penjadwalan Operasional

  1. Jadwal Operasi:

    • Mengatur urutan dan waktu pelaksanaan proses produksi.
  2. Jadwal Rinci:

    • Penjadwalan detail setiap langkah dalam proses produksi.
  3. Jadwal Staf:

    • Mengatur jadwal kerja karyawan untuk memenuhi kebutuhan operasional.
  4. Jadwal Proyek:

    • Mengelola waktu, sumber daya, dan tugas proyek dari awal hingga selesai.

I. Menambah Nilai Melalui Rantai Pasokan

  1. Strategi Rantai Pasokan:

    • Fokus pada kolaborasi antara anggota rantai untuk mencapai keunggulan kompetitif bersama.
    • Semua pihak berusaha menciptakan nilai bagi seluruh rantai, bukan hanya untuk tahap tertentu.
  2. Outsourcing dan Rantai Pasokan Global:

    • Outsourcing: Mengalihdayakan proses bisnis tertentu ke pihak lain untuk efisiensi biaya dan fokus pada kompetensi inti.
    • Rantai Pasokan Global: Mengintegrasikan pemasok dan distributor dari berbagai lokasi geografis untuk mendukung produksi dan distribusi secara global.


Manajemen bisnis materi ke 5

 Struktur Organisasi Perusahaan

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Struktur Organisasi

Definisi:
Struktur organisasi adalah spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan dalam suatu organisasi dan bagaimana pekerjaan tersebut saling berhubungan. Struktur ini menjadi kerangka kerja untuk pengorganisasian, komunikasi, dan koordinasi tugas di dalam organisasi.


B. Bagan Organisasi



Definisi:
Bagan organisasi adalah representasi visual dari struktur internal organisasi.

  • Menunjukkan hubungan pelaporan dan garis komando antar posisi.
  • Mempermudah karyawan memahami peran dan tanggung jawab mereka.
  • Setiap kotak mewakili pekerjaan tertentu, dengan garis penghubung yang menunjukkan keterkaitan pekerjaan.

C. Faktor-Faktor Penentu Struktur Organisasi

  1. Misi dan Strategi:
    Struktur organisasi harus selaras dengan misi dan strategi untuk mencapai tujuan.

  2. Ukuran Perusahaan:
    Semakin besar perusahaan, semakin kompleks strukturnya.

  3. Lingkungan Organisasi:

    • Lingkungan dinamis membutuhkan struktur yang fleksibel.
    • Fokus pada pertumbuhan jangka panjang dan stabil.

D. Komponen Dasar Struktur Organisasi



  1. Spesialisasi Pekerjaan (Job Specialization):
    Pembagian kerja menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan spesifik.

  2. Departementalisasi (Departmentalization):
    Pengelompokan pekerjaan berdasarkan fungsi, produk, lokasi, atau pelanggan.



  1. Hirarki Pengambilan Keputusan (Decision-Making Hierarchy):

    • Sentralisasi: Keputusan dibuat di tingkat atas organisasi.
    • Desentralisasi: Keputusan didistribusikan ke tingkat yang lebih rendah.
    • Struktur Tinggi dan Datar:
      • Struktur tinggi memiliki banyak tingkatan manajemen.
      • Struktur datar memiliki sedikit tingkatan dan lebih cepat dalam pengambilan keputusan.


  1. Rentang Kendali:
    Jumlah bawahan yang dapat diawasi oleh seorang manajer secara efektif.


E. Proses Delegasi



  1. Menugaskan Tanggung Jawab:
    Menetapkan tugas yang harus dilakukan bawahan.

  2. Pemberian Otoritas:
    Memberikan wewenang kepada bawahan untuk membuat keputusan yang diperlukan.

  3. Menciptakan Akuntabilitas:
    Karyawan bertanggung jawab atas hasil pekerjaan mereka.

Delegasi Efektif:
Dilakukan dengan memberikan tugas yang sesuai kemampuan bawahan dan mengawasi prosesnya tanpa terlalu mengontrol.


F. Bentuk Dasar Struktur Organisasi



  1. Struktur Fungsional:

    • Pengelompokan berdasarkan fungsi seperti pemasaran, operasi, dan keuangan.
    • Cocok untuk perusahaan kecil hingga menengah.
  2. Struktur Divisi:

    • Berdasarkan lini produk, wilayah geografis, atau pelanggan tertentu.
    • Memungkinkan fokus pada kebutuhan spesifik unit.
  3. Struktur Matriks:

    • Gabungan dua struktur (misalnya, fungsional dan divisi).
    • Memiliki garis komando ganda untuk fleksibilitas.
  4. Struktur Internasional:

    • Perusahaan beroperasi lintas negara tanpa mempertimbangkan batas geografis.



G. Bentuk Baru Struktur Organisasi

  1. Organisasi Tim:
    • Bergantung pada tim proyek tanpa hierarki fungsional yang kaku.
    • Karyawan berpindah proyek sesuai kebutuhan.

H. Organisasi Informal

  1. Kelompok Informal:
    Sekelompok orang yang berinteraksi di luar hubungan kerja formal, seperti saat istirahat atau makan siang.

  2. Selentingan Organisasi (Grapevine):

    • Jaringan komunikasi informal yang menyebarkan informasi di luar saluran formal.
    • Rantai Gosip: Pesan disebarkan dari satu orang ke banyak orang lain.

I. Intrapreneurship

Definisi:
Intrapreneurship adalah dukungan perusahaan besar terhadap inovasi individu di dalam organisasi.

  • Contoh: Rubbermaid, DreamWorks Animation, dan 3M.
  • Tujuan: Menciptakan lingkungan inovatif dan fleksibel dalam struktur birokrasi besar.

Manajemen Bisnis materi ke 4


                                                                             Mengelola bisnis

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Fungsi Manajemen

  1. Planning

    • Menentukan tujuan organisasi.
    • Mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan.
    • Merancang rencana taktis dan operasional untuk implementasi strategi.
  2. Organizing

    • Mengorganisasikan orang dan sumber daya untuk menjalankan rencana.
  3. Leading

    • Membimbing dan memotivasi karyawan untuk mencapai tujuan.
  4. Controlling

    • Memantau kinerja dan memastikan hasil sesuai dengan rencana.

B. Ilmu dan Seni Manajemen

  1. Ilmu Manajemen

    • Menggunakan data, fakta, dan informasi objektif untuk pengambilan keputusan.
    • Menggunakan model kuantitatif dan teknik analisis.
  2. Seni Manajemen

    • Mengandalkan keterampilan konseptual, komunikasi, interpersonal, dan manajemen waktu.
    • Membuat keputusan yang sering kali melibatkan banyak opsi menarik.

C. Menjadi Seorang Manajer

  • Dapat diperoleh melalui pendidikan formal dan sertifikasi manajemen.
  • Pengalaman sebagai pemimpin juga menjadi jalur untuk menjadi manajer.

D. Jenis-jenis Manajer



  1. Manajer Puncak (Top Manager): Bertanggung jawab atas strategi dan kebijakan perusahaan.
  2. Manajer Menengah (Middle Manager): Mengawasi implementasi strategi melalui aktivitas taktis.
  3. Manajer Lini Pertama (First-Line Manager): Mengawasi pekerjaan operasional harian.

E. Peran dan Keterampilan Manajemen



  1. Peran Manajerial:

    • Peran interpersonal, informasional, dan pengambilan keputusan.
  2. Keterampilan Manajerial:

    • Keterampilan teknis, konseptual, dan interpersonal.

F. Manajemen Strategis



  1. Tahapan Manajemen Strategis:

    • Menetapkan tujuan bisnis.
    • Menentukan dan merumuskan strategi.
    • Menyusun rencana strategis hingga operasional.
  2. Jenis Strategi:

    • Strategi Perusahaan: Fokus pada bisnis apa yang dioperasikan.
    • Strategi Bisnis: Meningkatkan posisi kompetitif setiap unit bisnis.
    • Strategi Fungsional: Menentukan cara terbaik untuk mencapai tujuan melalui aktivitas pemasaran, keuangan, dan operasi.

G. Hirarki Rencana



  1. Rencana Strategis:

    • Alokasi sumber daya dan prioritas jangka panjang.
  2. Rencana Taktis:

    • Implementasi aspek-aspek rencana strategis dalam jangka menengah.
  3. Rencana Operasional:

    • Menetapkan target harian, mingguan, atau bulanan yang spesifik.

H. Perencanaan Kontinjensi dan Krisis Pengelolaan

  1. Perencanaan Kontinjensi:

    • Mengidentifikasi potensi perubahan dalam bisnis atau pasar.
    • Menyusun alternatif respons untuk skenario yang tidak diinginkan.
  2. Manajemen Krisis:

    • Mengidentifikasi potensi krisis.
    • Merespons krisis dengan cepat dan efektif.
    • Mengevaluasi dampak krisis untuk pemulihan.

I. Manajemen dan Budaya Perusahaan



  1. Membangun Budaya Perusahaan:

    • Mengkomunikasikan nilai-nilai, visi, dan tujuan perusahaan secara jelas.
  2. Perubahan Budaya:

    • Dilakukan sebagai respons terhadap tantangan atau perubahan eksternal.
    • Melibatkan perumusan visi baru, fokus pada pesaing, dan kebutuhan pelanggan.
    • Membentuk sistem untuk mendukung nilai-nilai baru dalam perusahaan.

Manajemen bisnis materi ke 3

 Manajemen Dan Bisnis Global

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Keterkaitan Antara Ekonomi, Politik, dan Hubungan Internasional

Pengangguran dan ketidaksetaraan ekonomi dapat memicu ketegangan sosial dan politik. Stabilitas politik sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Di era globalisasi, interdependensi antarnegara semakin meningkat, sehingga hubungan diplomatik lebih dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi. Kebijakan ekonomi yang saling menguntungkan dapat mempererat hubungan diplomatik, sedangkan kebijakan yang merugikan dapat memperburuknya.


B. Baik dan Buruknya Dampak Globalisasi

Globalisasi mendorong perekonomian global dengan membuka perbatasan, memudahkan kemitraan bisnis, dan mendukung perdagangan internasional. Namun, globalisasi juga menghadirkan kritik, seperti eksploitasi pekerja di negara berkembang, pengabaian peraturan lingkungan, serta ancaman terhadap warisan budaya. Globalisasi sering kali dianggap lebih menguntungkan pihak kaya dibandingkan masyarakat umum.


C. Klasifikasi Negara Berdasarkan Pendapatan (Bank Dunia)

  1. Negara berpendapatan tinggi: Pendapatan per kapita > $12.476.
  2. Negara berpendapatan menengah ke atas: Pendapatan per kapita $4.036–$12.475.
  3. Negara berpendapatan menengah ke bawah: Pendapatan per kapita $1.026–$4.035.
  4. Negara berpendapatan rendah: Pendapatan per kapita < $1.025.

D. Cluster Geografis Pasar Utama Dunia


  1. Amerika Utara:

    • AS: Pasar terbesar dan ekonomi paling stabil.
    • Kanada: Berperan penting dalam ekonomi internasional.
    • Meksiko: Pusat manufaktur dengan biaya tenaga kerja rendah.
  2. Eropa:

    • Eropa Barat: Dipimpin oleh Jerman, Inggris, dan Prancis; transformasi ekonomi melalui Uni Eropa.
    • Eropa Timur: Negara-negara seperti Polandia dan Rusia menarik perusahaan multinasional meskipun menghadapi tantangan seperti korupsi.
  3. Asia Pasifik:

    • Kawasan ini mencakup Jepang, Cina, Indonesia, Korea Selatan, dan lainnya.
    • Jepang mendominasi dengan perusahaan seperti Toyota, sementara Cina dan India muncul sebagai kekuatan ekonomi besar.

E. Perjanjian dan Aliansi Perdagangan

  1. Uni Eropa (UE): Tarif seragam dan penggunaan euro menjadikan UE pasar bebas terbesar.
  2. ASEAN: Organisasi kerjasama ekonomi, politik, dan sosial di Asia Tenggara.
  3. WTO: Mempromosikan perdagangan internasional dan menyelesaikan perselisihan.
  4. NAFTA: Menghapus tarif perdagangan antara AS, Kanada, dan Meksiko.

F. Perdagangan Internasional dan Neraca Perdagangan

  1. Neraca Pembayaran: Mengukur aliran uang yang masuk dan keluar dari suatu negara, termasuk dari ekspor, impor, wisatawan, dan bantuan luar negeri.
  2. Neraca Perdagangan: Selisih antara nilai ekspor dan impor suatu negara. Surplus terjadi jika ekspor lebih besar dari impor; sebaliknya, defisit menunjukkan impor lebih besar dari ekspor.

G. Bentuk Keunggulan Kompetitif

  1. Keunggulan Absolut: Ketika suatu negara memproduksi barang dengan lebih murah atau lebih berkualitas.
  2. Keunggulan Komparatif: Kemampuan memproduksi barang lebih efisien dibanding negara lain.
  3. Keunggulan Kompetitif Nasional: Melibatkan empat faktor utama: faktor produksi, kondisi permintaan, industri pendukung, dan strategi bisnis.

H. Manajemen Bisnis Internasional

Perusahaan-perusahaan seperti Kikkoman dan Indofood terus berkembang di pasar global. Namun, tidak semua bisnis cocok untuk ekspansi internasional, terutama jika menghadapi tantangan seperti biaya transportasi dan masa simpan produk.


I. Tingkat Keterlibatan Internasional

  1. Eksportir dan importir.
  2. Perusahaan internasional.
  3. Perusahaan multinasional.

J. Struktur Organisasi Internasional

Jenis struktur organisasi untuk aktivitas internasional:

  1. Agen independen.
  2. Pengaturan lisensi.
  3. Kantor cabang.
  4. Aliansi strategis.
  5. Penanaman modal asing langsung.

K. Memahami Lingkungan Budaya

Keberhasilan bisnis internasional bergantung pada pemahaman lingkungan budaya suatu negara, yang mencakup nilai, simbol, kepercayaan, bahasa, dan perilaku karyawan lintas budaya.


L. Hambatan Perdagangan Internasional

Faktor yang dapat memengaruhi perdagangan internasional:

  1. Perbedaan ekonomi.
  2. Perbedaan hukum dan politik.
  3. Kuota, tarif, dan subsidi.
  4. Hukum konten lokal.
  5. Hukum praktik bisnis.

Manajemen Bisnis Materi Ke 14

Informasi Teknologi Untuk Bisnis Rizqy Mutawakkil 222010200221 Dosen pengampu: Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M. Progam Studi Manajemen Fakultas B...