Jumat, 10 Januari 2025

Manajemen Bisnis Materi Ke 14


Informasi Teknologi Untuk Bisnis

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Teknologi Informasi (TI)

Teknologi Informasi (TI) mencakup berbagai alat dan perangkat yang digunakan untuk membuat, menyimpan, bertukar, dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk. Pengaruh TI meluas ke berbagai bidang, termasuk perdagangan elektronik, yang memungkinkan hubungan pasar baru di seluruh dunia melalui jaringan daring dan sarana elektronik.

Fungsi Teknologi Informasi:

  1. Membuat kantor portabel:
    • Memberikan akses jarak jauh ke informasi secara instan.
  2. Menciptakan organisasi yang lebih ramping dan efisien:
    • Mengoptimalkan struktur dan proses kerja.
  3. Memungkinkan peningkatan kolaborasi:
    • Mendukung kerja tim lintas lokasi dengan lebih baik.
  4. Memungkinkan pertukaran global:
    • Memberikan jangkauan kolaborasi bisnis secara global.
  5. Meningkatkan proses manajemen:
    • Mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
  6. Memberikan fleksibilitas untuk manajemen:
    • Memungkinkan manajemen adaptif dan responsif.
  7. Memberikan peluang bisnis baru:
    • Membuka akses ke pasar dan model bisnis yang inovatif.

B. Jaringan Internet

  1. Internet:
    Jaringan global yang menghubungkan jutaan komputer untuk berbagi informasi.

  2. Ekstranet:
    Jaringan yang memberikan akses terbatas kepada mitra bisnis atau pelanggan ke bagian tertentu dari sistem internal organisasi.

  3. Konferensi Elektronik:
    Alat komunikasi yang memungkinkan pertemuan virtual melalui video, suara, dan teks.

  4. Komunikasi Satelit VSAT (Very Small Aperture Terminal):
    Teknologi komunikasi berbasis satelit untuk koneksi jarak jauh.


C. Arsitektur Sistem

Jaringan komputer adalah sistem yang menghubungkan dua atau lebih komputer, baik secara kabel maupun nirkabel, untuk berbagi data dan sumber daya.
Jenis jaringan utama:

  1. Wide Area Networks (WAN):
    • Jaringan yang mencakup wilayah geografis luas.
  2. Local Area Networks (LAN):
    • Jaringan yang mencakup area kecil, seperti kantor atau rumah.
  3. Wireless Networks:
    • Jaringan tanpa kabel untuk fleksibilitas tinggi.
  4. Wireless Local Area Network (WLAN):
    • Versi nirkabel dari LAN, sering digunakan di rumah dan kantor.

D. Perangkat Keras dan Lunak

  1. Perangkat Keras:
    • Komponen fisik yang membentuk jaringan komputer, seperti router, server, dan komputer.
  2. Perangkat Lunak:
    • Program yang menjalankan jaringan, mengelola sumber daya, dan mendukung aplikasi pengguna.

Memanfaatkan Sumber Informasi:

  1. Pergudangan Data:
    • Penyimpanan terpusat untuk data organisasi yang memungkinkan analisis lebih lanjut.
  2. Penambangan Data:
    • Proses menganalisis data untuk menemukan pola dan informasi yang berguna.

E. Jenis-Jenis Sistem Informasi

  1. Sistem Informasi untuk Pekerja Pengetahuan:
    • Mendukung profesional untuk mengelola informasi dan mengambil keputusan berbasis data.
  2. Sistem Informasi untuk Manajer:
    • Membantu manajer dalam perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan strategis.

F. Risiko dan Ancaman dalam Teknologi Informasi

  1. Pareto:
    • Gangguan yang dihasilkan oleh aturan 80/20, di mana sebagian kecil masalah dapat menyebabkan sebagian besar dampak.
  2. Pencurian Identitas:
    • Penyalahgunaan data pribadi untuk tujuan ilegal.
  3. Pencurian Kekayaan Intelektual:
    • Pelanggaran hak cipta, paten, atau merek dagang.
  4. Virus, Worm, dan Trojan Horse:
    • Perangkat lunak berbahaya yang merusak sistem komputer.
  5. Perangkat Lunak Mata-Mata:
    • Program yang mencuri data pengguna tanpa izin.
  6. Spam:
    • Pesan elektronik yang tidak diinginkan dan sering kali bersifat komersial.

G. Langkah-Langkah Perlindungan TI

  1. Mencegah Akses Tidak Sah:
    • Menggunakan kata sandi kuat dan sistem autentikasi.
  2. Mencegah Pencurian Identitas:
    • Melindungi data pribadi dengan enkripsi.
  3. Mencegah Intrusi Sistem:
    • Memasang firewall dan perangkat lunak antivirus.
  4. Melindungi Komunikasi Elektronik:
    • Menggunakan protokol komunikasi aman, seperti HTTPS dan VPN.
  5. Menghindari Spam:
    • Menggunakan filter spam dan kebijakan komunikasi.
  6. Mengatasi Kekhawatiran Etika:
    • Menegakkan kode etik dalam penggunaan TI.

Rabu, 08 Januari 2025

Manajemen Bisnis Materi Ke 13

 Informasi Teknologi Untuk Bisnis

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Teknologi Informasi (TI)

Teknologi informasi mencakup berbagai perangkat dan sistem untuk membuat, menyimpan, bertukar, serta memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. Contohnya adalah perdagangan elektronik yang menggunakan jaringan daring dan sarana elektronik untuk mendukung transaksi bisnis global.

Fungsi Teknologi Informasi:

  1. Membuat Kantor Portabel: Memberikan akses instan ke informasi jarak jauh.
  2. Menciptakan Organisasi yang Lebih Efisien: Meminimalkan duplikasi proses kerja.
  3. Memungkinkan Kolaborasi: Mendukung kerja sama lintas wilayah dan lintas budaya.
  4. Meningkatkan Proses Manajemen: Menyediakan alat untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
  5. Peluang Bisnis Baru: Mengembangkan pasar baru melalui inovasi teknologi.

B. Jaringan Internet

  1. Internet: Jaringan global yang memungkinkan komunikasi dan pertukaran data.
  2. Ekstranet: Jaringan khusus yang memungkinkan akses terbatas bagi mitra bisnis.
  3. Konferensi Elektronik: Teknologi untuk kolaborasi langsung melalui audio, video, atau teks.
  4. Komunikasi Satelit VSAT: Sistem komunikasi berbasis satelit untuk area yang sulit dijangkau.

C. Arsitektur Sistem

Jaringan komputer adalah sekelompok perangkat yang terhubung untuk berbagi data dan sumber daya. Model yang paling umum adalah jaringan klien-server. Server menyediakan layanan yang dapat digunakan oleh banyak klien untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Jenis Jaringan Komputer:

  1. Wide Area Networks (WAN): Menghubungkan perangkat di lokasi geografis yang luas.
  2. Local Area Networks (LAN): Menghubungkan perangkat dalam area terbatas seperti kantor.
  3. Wireless Networks: Jaringan nirkabel yang fleksibel tanpa kabel fisik.
  4. Wireless Local Area Network (WLAN): LAN berbasis nirkabel untuk area lokal.

D. Perangkat Keras dan Lunak

  1. Perangkat Keras (Hardware): Komponen fisik seperti komputer, server, dan router.
  2. Perangkat Lunak (Software): Program yang mengontrol fungsi perangkat keras dan aplikasi.

Memanfaatkan Sumber Informasi:

  1. Pergudangan Data: Tempat penyimpanan data terpusat untuk pengambilan dan analisis data.
  2. Penambangan Data: Teknik analisis statistik dan algoritma untuk mengungkap pola dan informasi penting dari kumpulan data besar.

E. Jenis-Jenis Sistem Informasi

  1. Sistem Informasi untuk Pekerja Pengetahuan: Mendukung proses kreatif dan analitis.
  2. Sistem Informasi untuk Manajer: Membantu pengambilan keputusan strategis dan operasional.

F. Risiko dan Ancaman TI

  1. Peretas: Individu yang mencoba mengakses sistem tanpa izin.
  2. Pencurian Identitas: Penggunaan data pribadi tanpa izin untuk tujuan ilegal.
  3. Pencurian Kekayaan Intelektual: Pelanggaran hak cipta dan paten.
  4. Virus Komputer, Worm, dan Trojan Horse: Perangkat lunak berbahaya yang dapat merusak data atau sistem.
  5. Perangkat Lunak Mata-Mata: Program yang mengumpulkan informasi tanpa sepengetahuan pengguna.
  6. Spam: Pesan elektronik yang tidak diinginkan dan mengganggu.

G. Langkah-Langkah Perlindungan TI



  1. Mencegah Akses Tidak Sah: Menggunakan autentikasi dan enkripsi.
  2. Melindungi Identitas: Mengamankan data pribadi dan kredensial.
  3. Mencegah Intrusi Malware: Menggunakan perangkat lunak keamanan.
  4. Melindungi Komunikasi Elektronik: Mengamankan jaringan dan data yang dikirim.
  5. Menghindari Spam: Menggunakan filter email dan sistem anti-spam.
  6. Menangani Kekhawatiran Etika: Menetapkan kebijakan dan panduan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Manajemen Bisnis Materi Ke 12

                                                                Distribusi Dan Promosi Produk

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Campuran Distribusi

Selain produk yang baik dan harga yang kompetitif, keberhasilan produk juga bergantung pada bauran distribusinya. Campuran distribusi mencakup saluran yang digunakan perusahaan untuk mengirimkan produk kepada konsumen akhir.

Perantara dan Saluran Distribusi

Saluran distribusi melibatkan berbagai metode untuk mengantarkan barang dan jasa:

  1. Distribusi Langsung: Produsen langsung menjual kepada konsumen tanpa perantara.
  2. Distribusi Ritel: Produk dijual melalui pengecer yang langsung melayani konsumen akhir.
  3. Distribusi Grosir: Produsen menjual dalam jumlah besar kepada grosir yang mendistribusikan ke pengecer.
  4. Distribusi oleh Agen/Broker: Agen bertindak sebagai perantara antara produsen dan pembeli tanpa memiliki produk secara langsung.


Kelebihan dan Kekurangan Distribusi Tidak Langsung

Kelemahan utama distribusi tidak langsung adalah harga yang lebih tinggi akibat markup dari berbagai perantara. Namun, perantara memberikan nilai tambah melalui efisiensi distribusi, penghematan waktu, dan pengadaan produk dalam jumlah dan waktu yang tepat.


B. Strategi Distribusi

Memilih saluran distribusi yang tepat adalah keputusan strategis yang memengaruhi jangkauan pasar dan biaya operasional.

Konflik Saluran dan Kepemimpinan Saluran

  • Konflik Saluran: Terjadi ketika anggota saluran tidak sepakat mengenai peran atau pembagian penghargaan. Contohnya, dealer John Deere keberatan jika mereka menjual produk pesaing.
  • Kepemimpinan Saluran: Konflik muncul ketika satu anggota saluran memiliki kekuatan lebih besar atau mendapatkan perlakuan istimewa.

C. Penjualan Grosir

Pedagang grosir memainkan peran penting dengan menyediakan layanan seperti penyimpanan, pengiriman, dan kredit kepada pembeli untuk dijual kembali atau keperluan bisnis.

Jenis Penjualan Ritel

  1. Gerai Ritel Fisik: Toko-toko yang melayani pelanggan secara langsung.
  2. Ritel Non-Toko: Penjualan melalui metode alternatif seperti katalog atau pemasaran langsung.
  3. Penjualan Ritel Online: E-commerce yang memberikan kemudahan belanja daring.

D. Distribusi Fisik

Distribusi fisik mencakup operasi logistik seperti pergudangan dan transportasi. Tujuannya adalah memastikan produk tersedia kapan dan di mana pelanggan membutuhkannya dengan biaya rendah dan layanan maksimal.


E. Operasi Pergudangan



Penyimpanan adalah bagian utama dari manajemen distribusi.

  • Gudang Pribadi: Dimiliki oleh perusahaan besar yang mengelola persediaan secara rutin, seperti Walmart.
  • Operasi Transportasi: Memindahkan produk memerlukan biaya tinggi. Faktor seperti jenis produk, jarak, dan kecepatan pengiriman harus diperhitungkan.

F. Pentingnya Promosi

Promosi adalah elemen penting dalam bauran pemasaran untuk menciptakan kesadaran dan memengaruhi keputusan pembelian.

1. Tujuan Promosi

Meningkatkan kesadaran, menciptakan minat, dan mendorong pembelian.

2. Strategi Promosi

Strategi yang digunakan untuk menjangkau audiens target melalui berbagai saluran.

3. Campuran Promosi

Gabungan dari berbagai metode seperti periklanan, penjualan personal, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat.

4. Periklanan

Menggunakan media massa untuk menyampaikan pesan pemasaran, seperti TV, radio, atau media digital.


G. Penjualan Pribadi

Penjualan pribadi adalah bentuk penjualan tertua dan paling mahal. Seorang tenaga penjual berinteraksi langsung dengan calon pelanggan untuk memahami kebutuhan mereka dan mencocokkan dengan produk yang ditawarkan. Strategi ini sangat efektif dalam membangun hubungan jangka panjang dan memberikan nilai tambah.

Manajemen Bisnis Materi Ke 11

                                                                             Harga dan Produk

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Produk

Paket Nilai

Pemasar perlu mempertimbangkan apa yang benar-benar diinginkan konsumen saat membeli barang atau jasa. Produk dilihat sebagai kumpulan atribut, manfaat, dan fitur yang digabungkan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan.

Mengklasifikasikan Barang dan Jasa

  1. Produk Konsumen
    Barang atau jasa yang digunakan secara langsung dalam proses konversi atau konsumsi.
    Contoh: Minyak bumi diubah menjadi bensin, data permintaan diolah menjadi layanan transportasi.

  2. Produk Organisasi

    • Barang Produksi: Barang yang digunakan langsung dalam produksi.
    • Item Pengeluaran: Barang yang dikonsumsi dalam waktu kurang dari satu tahun.
    • Barang Modal: Barang tahan lama dengan masa guna lebih dari satu tahun, seperti bangunan, peralatan, atau sistem teknologi.

B. Campuran Produk

Definisi: Kelompok produk yang disediakan perusahaan untuk dijual kepada konsumen atau industri.
Untuk bertahan dalam persaingan dan perubahan preferensi konsumen, perusahaan harus terus memperbarui atau memperkenalkan produk baru.

Aspek Campuran Produk

  1. Pengembangan Produk Baru

    • Membutuhkan proses panjang dan mahal.
    • Melibatkan divisi R&D (Penelitian dan Pengembangan).
  2. Proses Pengembangan Produk

    • Proses eksplorasi ide dan pengujian hingga peluncuran produk.
  3. Tingkat Kematian Produk

    • Kegagalan produk sering disebabkan kurangnya perbedaan signifikan dibandingkan pesaing.
      Contoh: Mr. Pibb vs Dr. Pepper, Big King vs Big Mac.
  4. Proses Pengembangan Tujuh Langkah
    Proses sistematis yang meningkatkan peluang keberhasilan produk baru.


C. Menentukan Harga

Komponen Penetapan Harga

Harga mencerminkan nilai yang dibayar pelanggan dan pendapatan yang diterima penjual. Proses ini mencakup:

  1. Penetapan Harga Berorientasi Biaya
    • Berfokus pada laba dan kebutuhan untuk menutupi biaya operasional.
  2. Analisis Titik Impas
    • Mengukur volume penjualan minimum untuk menutupi biaya.

Strategi dan Taktik Penetapan Harga

  • Harga merupakan alat pemasaran yang fleksibel, lebih mudah diubah dibandingkan produk atau distribusi.
  • Strategi penetapan harga yang efektif menciptakan diferensiasi bahkan untuk produk serupa.

Harga Tetap vs. Harga Dinamis untuk Bisnis Online

  • Harga Tetap: Pilihan umum untuk belanja daring.
  • Harga Dinamis: Termasuk lelang terbalik, memungkinkan harga berubah berdasarkan individu atau situasi.

Strategi Bundling (Penggabungan Produk)

Penggabungan beberapa produk menjadi satu paket untuk dijual.
Contoh: Gabungan polis asuransi jiwa dan mobil dari satu perusahaan menawarkan penghematan dibandingkan membeli secara terpisah.

Mengelola dalam Turbulensi

Contoh inovasi: Uber, yang lahir dari kebutuhan untuk solusi transportasi yang lebih fleksibel, memanfaatkan teknologi untuk mengubah pasar transportasi global.

Manajemen Bisnis Materi Ke 10

                                  Marketing Processes Dan Consumer Behavior 

Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Pemasaran

American Marketing Association mendefinisikan pemasaran sebagai:

“Kegiatan, serangkaian lembaga, dan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat luas.”


B. Nilai

Nilai dan Manfaat

Nilai suatu produk dihitung dari manfaat yang diberikan dibandingkan dengan biayanya.

  • Manfaat: Meliputi fungsi produk dan kepuasan emosional dari penggunaannya.
  • Formula: Nilai=ManfaatBiaya\text{Nilai} = \frac{\text{Manfaat}}{\text{Biaya}}

Contoh: Pembeli kosmetik sering mengevaluasi nilai produk berdasarkan manfaat estetika atau kualitasnya.

Nilai dan Utilitas

Nilai suatu produk sering dikaitkan dengan utilitas yang diberikan:

  1. Formulir Utilitas: Nilai dari produk itu sendiri.
  2. Utilitas Waktu: Produk tersedia pada waktu yang tepat.
  3. Utilitas Tempat: Produk mudah diakses di lokasi yang sesuai.
  4. Utilitas Kepemilikan: Kemudahan dalam memiliki produk.

C. Hubungan Pemasaran dan Hubungan Pelanggan

1. Hubungan Pemasaran

Berfokus pada menciptakan loyalitas dan hubungan jangka panjang yang kuat dengan pelanggan.
Contoh:

  • Program loyalitas seperti Starbucks Rewards.
  • Restoran yang menyediakan minuman isi ulang gratis atau nasi sepuasnya.

2. Hubungan Pelanggan

Metode terorganisasi untuk membangun hubungan yang lebih baik dan terinformasi dengan pelanggan.
Contoh:

  • Email marketing.
  • CRM melalui media sosial.

D. Strategi Pemasaran: Merencanakan Bauran Pemasaran



Strategi pemasaran mencakup semua aktivitas untuk mencapai tujuan pemasaran. Beberapa elemen utamanya:

  1. Promosi: Meningkatkan kesadaran dan daya tarik produk.
  2. Segmentasi Pasar: Mengidentifikasi kelompok pelanggan berdasarkan kebutuhan dan preferensi.
  3. Riset Pemasaran: Mengumpulkan informasi untuk memahami pasar.
  4. Metode Riset Pemasaran: Perbandingan berbagai cara penelitian untuk memaksimalkan efisiensi strategi.

E. Pengaruh Perilaku Konsumen



Beberapa faktor memengaruhi perilaku konsumen:

  1. Psikologis: Motivasi, persepsi, sikap.
  2. Sosial: Pengaruh keluarga, teman, atau kelompok sosial.
  3. Pribadi: Gaya hidup, kepribadian, usia.
  4. Budaya: Tradisi, nilai, dan norma masyarakat.

Pasar Organisasi

  1. Pasar Jasa: Bisnis yang menawarkan layanan profesional.
  2. Pasar Industri: Melayani kebutuhan manufaktur dan produksi.
  3. Pasar Perantara: Distributor atau pengecer yang menjual kembali barang.
  4. Pasar Pemerintah: Organisasi pemerintah yang membeli barang atau jasa.

F. Perilaku B2B (Business-to-Business)

Perilaku B2B melibatkan pembeli yang sangat terinformasi dan menekankan profesionalisme dalam pembelian.

  • Hubungan B2B cenderung jangka panjang dengan interaksi berulang.
  • Berbeda dengan B2C (Business-to-Consumer), fokus B2B lebih kepada hubungan strategis dan nilai jangka panjang.

Manajemen bisnis kelompok ke 9

                                       Manajemen Sumber Daya Manusia dan Hubungan Perburuhan


Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Dasar-Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Pentingnya Strategi Manajemen SDM

Strategi manajemen SDM yang efektif memiliki dampak signifikan pada kinerja perusahaan, termasuk laba bersih. Perencanaan SDM yang buruk dapat menyebabkan:

  • Perekrutan yang tidak efisien.
  • PHK yang mahal dengan konsekuensi seperti biaya kompensasi pengangguran, pelatihan ulang, kerugian reputasi, dan penurunan moral karyawan.

Mencocokkan Pasokan dan Permintaan SDM

Manajer perlu menyeimbangkan permintaan masa depan dengan pasokan internal. Jika terjadi kekurangan atau kelebihan tenaga kerja, langkah-langkah strategis perlu diterapkan untuk mengelola situasi tersebut.



Konteks Hukum Manajemen SDM

  1. Kesempatan Kerja yang Setara
    Menjamin tidak ada diskriminasi dalam perekrutan, promosi, atau kompensasi.
  2. Kompensasi dan Manfaat
    Memastikan karyawan menerima imbalan yang sesuai dengan hukum dan regulasi.
  3. Hubungan Perburuhan
    Mengelola hubungan antara karyawan, manajemen, dan serikat pekerja.
  4. Kesehatan dan Keselamatan
    Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
  5. Masalah Hukum Lainnya
    Termasuk kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan dan kontrak kerja.

B. Kompensasi dan Manfaat

Sistem kompensasi mencakup paket penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan atas kontribusi mereka. Komponen utama meliputi:

  1. Upah dan Gaji: Penghasilan dasar karyawan.
  2. Program Insentif: Termasuk bonus dan komisi.
  3. Bonus Penjualan: Hadiah tambahan berdasarkan penjualan.
  4. Insentif Saham: Penghargaan berupa kepemilikan saham di perusahaan.
  5. Insentif Perusahaan: Penghargaan kolektif untuk keberhasilan perusahaan.
  6. Program Manfaat: Asuransi kesehatan, kompensasi pekerjaan, dan lainnya.
  7. Rencana Pensiunan: Jaminan pendapatan setelah pensiun.

C. Mengembangkan Tenaga Kerja

Setelah merekrut karyawan baru, organisasi perlu mengenalkan mereka pada budaya perusahaan dan pekerjaan mereka melalui:

  1. Pelatihan dan Pengembangan: Membantu karyawan meningkatkan keterampilan dan kompetensi.
  2. Pelatihan Berkelanjutan: Mengembangkan keterampilan yang relevan seiring perubahan kebutuhan perusahaan.
  3. Penilaian Kinerja: Menilai sejauh mana karyawan memenuhi target kerja.
  4. Metode Penilaian Umum: Seperti wawancara kinerja, survei umpan balik, dan tinjauan rekan kerja.

D. Tantangan Baru dalam Perubahan Tempat Kerja

  1. Mengelola Keberagaman Tenaga Kerja
    Membuat lingkungan kerja yang inklusif bagi karyawan dari berbagai latar belakang.
  2. Mengelola Pekerja Pengetahuan
    Memastikan pekerja dengan keahlian khusus mendapatkan dukungan untuk berinovasi.
  3. Pekerja Kontingen dan Sementara
    • Tren: Peningkatan penggunaan pekerja sementara.
    • Manajemen: Menyediakan pelatihan dan memastikan keberlanjutan kerja yang efektif.

E. Berurusan dengan Tenaga Kerja Terorganisasi

Serikat pekerja adalah kelompok yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama terkait pekerjaan, seperti:

  • Gaji yang lebih tinggi.
  • Jam kerja yang lebih pendek.
  • Keamanan kerja yang lebih baik.
  • Tunjangan yang lebih baik.
  • Kondisi kerja yang lebih nyaman.

Manajemen bisnis materi ke 8

                                                       Kepemimpinan Dan Pengambilan Keputusan


Rizqy Mutawakkil

222010200221

Dosen pengampu:

Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M.


Progam Studi Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Uniersitas Muhammdiyah Sidoarjo

A. Kepemimpinan Autentik

Berdasarkan pengalaman, Smith mengidentifikasi lima fokus utama yang dimiliki oleh pemimpin hebat:

  1. Pemikiran Strategis
    Kemampuan untuk merancang visi dan rencana jangka panjang yang sejalan dengan tujuan organisasi.

  2. Tim yang Kuat
    Memastikan bahwa tim memiliki anggota yang kompeten, berkolaborasi dengan baik, dan memiliki semangat kerja yang tinggi.

  3. Orientasi Hasil
    Berfokus pada pencapaian tujuan dan hasil yang konkret, dengan memastikan keberhasilan dapat diukur secara objektif.

  4. Beradaptasi dan Berkembang
    Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan terus mengembangkan diri serta tim.

  5. Menginspirasi Hati dan Pemikiran
    Mendorong semangat dan kreativitas dengan memberikan motivasi dan inspirasi kepada tim.


B. Sifat Kepemimpinan



1. Kepemimpinan dan Manajemen
Manajemen berorientasi pada kegiatan seperti perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Sebaliknya, kepemimpinan lebih menekankan aktivitas seperti pengaturan agenda, penyelarasan, inspirasi, dan pemantauan.

2. Kepemimpinan dan Kekuasaan

  • Kekuasaan yang Sah: Berdasarkan posisi resmi dalam organisasi.
  • Kekuasaan Penghargaan: Kemampuan memberikan penghargaan.
  • Kekuasaan Koersif: Kemampuan memberikan hukuman.
  • Kekuasaan Referensi: Berdasarkan daya tarik atau karisma pribadi.
  • Kekuatan Ahli: Berdasarkan pengetahuan atau keahlian khusus.

Pendekatan Awal Kepemimpinan:

  1. Pendekatan Sifat Kepemimpinan
    Fokus pada identifikasi ciri-ciri pemimpin, seperti kecerdasan, dominasi, kepercayaan diri, energi, dan pengetahuan tentang pekerjaan.

  2. Pendekatan Perilaku Kepemimpinan
    Bertujuan untuk menentukan perilaku yang membedakan pemimpin efektif dari yang kurang efektif, dengan asumsi bahwa perilaku yang efektif konsisten di semua situasi.

Kepemimpinan Melalui Mata Pengikut:

  • Kepemimpinan Transformasional
    Memungkinkan pemimpin mengenali kebutuhan akan perubahan, menciptakan visi untuk memandu perubahan tersebut, dan mengimplementasikannya dengan efektif.

  • Kepemimpinan Karismatik
    Berdasarkan karisma dan daya tarik interpersonal pemimpin yang menginspirasi dukungan serta penerimaan dari pengikutnya.


C. Sifat Pengambilan Keputusan

Definisi Pengambilan Keputusan:
Proses memilih satu alternatif dari sekumpulan alternatif yang tersedia. Proses ini mencakup:

  1. Mengenali dan mendefinisikan situasi keputusan.
  2. Mengidentifikasi alternatif.
  3. Memilih alternatif terbaik.
  4. Mempraktikkan keputusan yang diambil.

Jenis Pengambilan Keputusan:

  1. Keputusan Terprogram
    Keputusan yang terstruktur dan sering berulang.

  2. Keputusan Tidak Terprogram
    Keputusan yang tidak terstruktur dan jarang terjadi.

Kondisi Pengambilan Keputusan:

  1. Kepastian
    Keadaan di mana pengambil keputusan mengetahui alternatif dan kondisi yang terkait.
  2. Risiko
    Keputusan dibuat dengan estimasi probabilitas atas alternatif dan hasil yang mungkin.
  3. Masalah Hukum
    Keputusan yang memperhitungkan aspek hukum sebagai pertimbangan utama.

Aspek Perilaku dalam Pengambilan Keputusan:

  1. Kekuatan Politik
    Koalisi atau aliansi informal dapat memengaruhi keputusan untuk mencapai tujuan bersama.
  2. Intuisi
    Keputusan berdasarkan keyakinan bawaan yang sering didasari oleh pengalaman dan praktik bertahun-tahun.
  3. Peningkatan Komitmen
    Pengambil keputusan terkadang tetap berkomitmen pada tindakan meskipun tampaknya salah.
  4. Kecenderungan Mengambil Risiko
    Berbeda antara individu yang konservatif dan yang bersedia mengambil risiko besar saat membuat keputusan.

Manajemen Bisnis Materi Ke 14

Informasi Teknologi Untuk Bisnis Rizqy Mutawakkil 222010200221 Dosen pengampu: Tofan Tri Nugroho,S.E.,M.M. Progam Studi Manajemen Fakultas B...